This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Saturday, 15 December 2012

Resep Martabak Asin ( Martabak Telur)




Martabak asin atau martabak telur memang kudapan yang sangat populer. Citarasanya gurih dan lezat,apalagi disajikan hangat dengan acar dan saus kecap asin sebagai pelengkap. Anda ingin membuatnya sendiri di rumah? Berikut resepnya untuk Anda. 

Martabak Telor 

Bahan Kulit : 
350 g tepung terigu tinggi protein (cap cakra kembar) 
250 g air 
50 g minyak goreng 
½ sdt garam halus 
400 ml minyak untuk menggoreng 
Bahan Isi: 
600 g daging sapi cincang 
14 butir telur bebek 
100 g bawang bombay, cincang
100 g daun bawang, iris halus 
7 siung bawang putih, cincang 
1 sdm bubuk kari instan 
1 sdt lada halus 
2 sdt garam halus 
1 sdt gula pasir 
2 sendok sayur minyak goreng


Cara Membuat: 
1. Campur tepung terigu dan garam halus. Aduk rata. Tuang air sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga tercampur rata. Tambahkan minyak, uleni kembali hingga adonan benar-benar kalis. 

2. Bagi adonan menjadi 7 bagian. Bulatkan. Rendam di dalam minyak goreng selama 2 jam.

3. Tipiskan kulit martabak dengan gilingan atau dengan cara dilebarkan dengan melempar-lempar menggunakan kedua belah tangan. Lakukan hingga terbentuk adonan yang tipis dan trasparan. 

4. Penyelesaian: Panaskan dua sendok sayur minyak goreng, tumis bawang putih hingga harum.Masukkan daging cincang, aduk hingga daging berubah warna. Tambahkan lada, garam, bumbu kari, dan gula pasir. Masak hingga matang. Angkat, dinginkan. Campur daging dengan telur, daun bawang dan bawang bombay. Aduk rata. Sisihkan.

 5. Panaskan 2 sendok sayur minyak goreng di dalam wajan martabak atau wajan datar. Letakan kulit martabak, masukkan tiga sendok sayur bahan isi, ratakan.


6. Lipat kulit martabak seperti melipat amplop atau hingga semua bagian isi tertutupi. Goreng sambil dibolak-balik higga isi matang dan kulit berwarna kuning kecoklatan. Angkat. 
 
7. Atur di datas piring saji. Hidangkan dengan acar campur dan saus pelengkap. 

Untuk 7 Buah

Tip: Telur bebek bisa diganti dengan telur ayam. Untuk isi, daging sapi cincang bisa diganti dengan daging ayam atau daging udang cincang.

Isi daging harus ditumis terlebih dahulu untuk menghindari isi daging masih mentah.

Adonan martabak asin harus diistirahatkan terlebih dahulu agar adonan lentur dan mudah ditipiskan.

Thursday, 13 December 2012

Nenek tua itu Pemulung


Teman tentu kita pernah melihat seorang pemulung sampah?, terkadang sungguh ironis kehidupan di dunia ini, utamanya ketika di suatu tempat, orang bekerja di kursi empuk, ruangan ber AC, di dalam gedung eksklusif dengan gaji menggiurkan. Tapi di tempat lain, sekelompok orang harus berpeluh keringat di lokasi yang berbau busuk penuh lalat, di bawah terik matahari atau harus basah bercampur kotoran dan lumpur, mencari rizki untuk bertahan hidup dengan penghasilan tak seberapa, bahkan belum tentu cukup untuk kebutuhan hidup.

Inilah mungkin seutas kalimat untuk menggambarkan betapa keras, getir dan besarnya perjuangan seorang pemulung dalam mengais rezeki diantara tumpukan dan onggokan sampah. Saat orang lain membuang barang yang dianggap sudah tak berguna lagi. namun bagi mereka, buangan tersebut menjadi begitu bermanfaat dan berkah sebagai sumber rezki bagi mereka.

Inilah cerita singkatku, Tadi siang aku pergi ke suatu supermarket yang ada di gorontalo letaknya di kec. limboto (Agung Supermarket) untuk membeli keperluan setiap hari. balik dari supermarket singgah sebentar beli nasi bungkus yang ada di sekitaran menara keagungan limboto karena perutku terasa lapar. Dalam perjalan pulang aku bertemu nenek - nenek yang usianya mungkin 70-80 tahun, nenek tua itu sudah tak asing lagi bagiku. baik di kampus ataupun dimana aku pergi pasti ketemu nenek tua itu. setiap aku melihatnya aku ingiiiin sekali menangis, kasihan sudah tua masih mencari rezeki diantara tumpukan dan onggokan sampah, tanpa mengenal panas maupun hujan. Setiap bertemu nenek itu hatiku sedih melihatnya apa mungkin seorang nenek yang sudah sangat tua seperti ini mampu membawa plastik dan dus - dus yang dia dapatkan diberbagai tempat sampah dengan berjalan kaki. Semoga nenek itu mendapatkan rezeki yang banyak diberikan umur panjang. Amieeen ya Rabbal Alamiien.


##