Sample Text



=>> "sehat bukan dari siapapun melainkan dari diri kita"

=>> "Kesehatan merupakan harta termewah"
=>> "Sayangi diri anda dengan mewujudkan pola hidup sehat"

=>> "Sehat itu mahal, tubuh anda adalah masa depan anda, sayangi tubuh anda mulai sekarang..."

Jumat, 16 Maret 2012

Tempat Wisata di Provinsi Gorontalo

 

Wisata Tempat Monumen Nani Wartabone


Monumen Nani Wartabone

Monumen Nani Wartabone dibangun sekitar tahun 1987 pada masa pemerintahan  Drs. A. Nadjamudin, Walikotamadya Gorontalo. Monumen ini terletak di Lapangan Teruna Remaja, Kelurahan Biawu, Kecamatan Kota Selalatan, Kota Gorontalo, tepat di depan rumah Dinas Gubernur Provinsi Gorontalo saat ini .

Nani Wartabone adalah putra asli Daerah Gorontalo yang telah banyak mengabdikan diri sebagai pejuang bangsa dan negara, khususnya dalam gerakan patriotisme melawan penjajahan Belanda. Gerakan patriotisme Rakyat Gorontalo di bawah pimpinan Nani Wartabone, dengan menggunakan taktik dan strategi perjuangan mampu mengusir bangsa penjajah, Belanda, dari Bumi Kerawang, Gorontalo. Perjuangan rakyat Gorontalo yang patriotik mencapai klimasnya pada tanggal 23 Januari 1942, menjadi satu-satunya daerah di Indonesia yang mampu memproklamasikan kemerdekaan RI dari Bumi Gorontalo, lepas dari cengkeraman penjajahan Belanda. 

Jiwa patriotisme yang tumbuh dan terpelihara sejak abad ke-17, berpuncak pada patriotisme 23 Januari 1942, merupakan batu-batu kerikil yang dipersembahkan rakyat Gorontalo dalam batas-batas kemampuannya dalam pembangunan Republik Indonesia yang lahir pada tanggal 17 Agustus 1945. 

Monumen Nani Wartabone
Jiwa patriotik tersebut muncul dan tumbuh terus pada masa kekuasaan Jepang, serta terus dibina dan diwariskan kepada generasi sekarang.
Monemen Nani Wartabone dibangun untuk mengingatkan kepada masyarakat Gorontalo akan peristiwa bersejarah 23 Januari 1942, dan diharapkan agar bibit buah hasil perjuangan itu akan tumbuh pada jiwa generasi sesudahnya untuk membangun Indonesia tercinta ini dalam mengisi kemerdekaan.

Nani Wartabone

Beliau lahir pada tanggal 30 April 1907 dan wafat tanggal 3 Januari 1996. Ayah beliau bernama Zakaria Wartabone, seorang Jogugu (semacam Camat) pada  zaman Pemerintahan Belanda. Ibu beliau bernama Saerah Mooduto.
Pada Jumat, 07 November 2003 pukul 10.00 WIB Alm Haji Nani Wartabone dianugerahi gelar sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden RI Megawati Sukarnoputir bertempat di Istana Negara ditandai dengan pembacaan Surat Keppres RI Nomor 085/TK/2003, tanggal 6 November 2003.
Beliau pernah memimpin Pemerintahan Sipil di Gorontalo pasca-Hindia Belanda yang berumur 144 hari, dengan penduduk berjumlah 300 ribu orang. Wilayanya mencakup wilayah timur, Molibagu dan Kaidipang (sekarang wilayah Bolmong),  dan wilayah barat,  Buol dan Tolitoli (Sulteng).
Administrasi Pemrintahan Gorontalo dijalankan tanpa melakukan perubahan berarti dari struktur pemerintahan era Hindia Belanda. Apalagi dari segi personalia, hampir tidak ada kendala karena sebagaian besar pamong praja di tingkat bawah yang dipegang oleh pribumi yang loyal terhadap perjuangan tetap menjalankan fungsinya.

Wisata Tempat Pentadio Resort

 


Objek wisata ini diresmikan oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Drs. Jusuf Kalla pada tanggal 25 Februari 2004. Objek wisata yang dibangun dengan biaya Rp 15 miliar dengan dana APB Kabupaten Gorontalo merupakan objek wisata yang bertaraf internasional, dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, serta dikelola secara profesional. Objek wisata ini terletak di Desa Pentadio, Kecamatan Telagabiru, Kabupaten Gorontalo. Lokasinya sangat menarik dan strategis karena terletak di kawasan Danau Limboto. Fasilitas yang ada di Pentadio Resort ini, antara lain, restauran, toko suvernir, kolam renang, pondokan, sauna, air mancar, lokasi pemancingan, dan bak air panas. 

Di lokasi ini juga terdapat sumber air panas yang mengalir ke Danau Limboto. Di lokasi tersebut para pengunjung dapat menyaksikan semburan mata air yang cukup panas sehingga dapat digunakan untuk merebus telur hingga matang. Mereka dapat menikmati siraman air dari sumber mata air yang cukup hangat yang sangat bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit kulit.

Wisata Tempat Pantai Lahilote

 

Tangga 2000

Obyek Wisata pantai yang terdapat sebuah batu berbentuk tapak kaki terletak di Pantai Lahilote Kelurahan Pohe Kecamatan Kota Selatan, kurang lebih 6 km dari pusat Kota Gorontalo.

Botu berarti batu, Liyodu berarti tapak kaki, jadi Botu Liyodu adalah batu berbentuk tapak kaki. Konon menurut legenda, batu ini adalah tapak kaki dari seorang pemuda bernama Lahilote, karena kasmaran dengan seorang bidadari dari kayangan yang bernama Boyilode Hulawa, sampai nekad mencuri sayap berbentuk selendang dari sang putri, namun dalam perjalanan rumah tangganya Lahilote ditinggalkan sang putri kembali ke kayangan.

Untuk kedua kalinya Lahilote nekad menyusul Putri Boyilode Hulawa ke kayangan dengan bantuan lentikan ujung rotan sakti yang disebut Hutiya Mala. Pertemuan dengan istrinya unik, dan membinggungkan karena ketujuh bidadari yang memiliki persamaan wajah mengaku seluruhnya bernama Boyilode Hulawa, sehingga sukar baginya menentukan siapa Boyilode Hulawa yang asli. 
Tangga 2000

Berkat bantuan seekor kunang – kunang yang hinggap pada sanggul istrinya, lahilote menemukan sang putri sesuai dengan undang – undang kayangan , bahwa siapa saja yang menjadi tua dan rambutnya beruban, ia harus dikembalikan ke dunia , karena kayangan bukan tempat dari manusia yang memilikiproses ketuaan.

Sang putri melepaskan suaminya lahilote dengan menurunkanya melalui rambut uban yang dirajut menjadi tali. Namun antara bumi dan langit tali uban itu putus, dan lahilote dengan derasnya jatuh kebumi dalam keadaan berdiri. Kaki kanannya jatuh di pantai Pohe Kota Gorontalo dan kirinyajatuh pantai Kwandang di Kabupaten Gorontalo.

Lagenda lahilote ini sampai sekarang masih dituturkan oleh masyarakat sebagai cerita rakyat bagi generasi selanjutnya. Pantai lahilote tetap menjadi obyek wisata bagi masyarakat Daerah Gorontalo dan wisatawan dari manca negara.
Pantai Lahilote ini mempunyai garis pantai melengkung membentuk busur panah dengan pasir putih yang membentang.

Tangga 2000
Suasana pantai ini begitu eksotik dengan keindahan pantainya yang telah di tata rapi. Penataan sekitar Pantai Lahilote oleh Pemerintah Kota Gorontalo yang dikerjakan sekitar tahun 2000 bertujuan menahan abrasi pantai akibat pasang surut air laut pantai lahilote.
Lokasi ini kemudian di kenal dengan nama Tangga 2000. Sekilas orang membayangkan jika mendengar nama tangga 2000 bahwa tangga di lokasi ini berjumlah 2000. Wisata pantai lahilote sangat cocok buat liburan akhir pekan bersama keluarga. Di pantai ini wisatawan juga dapat menikmati hamparan pasir putih yang cukup cocok untuk aktivitas bermain pasir, voli pantai, atau berjalan kaki menyusuri tepian pantai.

Apabila berkunjung pada sore hari, jangan lupa untuk menyempatkan diri menyaksikan matahari terbenam (sunset) di pantai ini. Sebab, panorama sunset Pantai Lahilote termasuk salah satu sunset terindah di Gorontalo.


Pemandian Air Panas Lombongo

Pemandian Lombongo

Pemandian Air Panas Lombogo memiliki keunikan yang sangat menakjubkan. Air yang keluar dari mata air di sela-sela bebatuan itu dapat digunakan untuk merebus telur hingga matang. Bahkan, air tersebut dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit. Di samping itu, pengunjung dapat menikmati kehangatan air kolam renang sambil menyaksikan berbagai atraksi kesenian yang sering dipentaskan di tempat ini.

Pemandian Air Panas Lombongo terletak di Desa Lombongo, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.

Obyek wisata ini terletak sekitar 17 km dari pusat Kota Gorontalo. Perjalanan dari Kota Gorontalo menuju lokasi dapat ditempuh dengan menggunakan mobil sewaan maupun ojek. Harga tiket masuk ke lokasi pemandian ini relatif murah, yaitu Rp.2.000/orang (Maret 2008).
Di lokasi ini para pengunjung dapat menikmati perbagai atraksi kesenian yang sering dilaksanakan di tempat ini. Di samping itu, mereka dapat menikmati hangat air di tempat pemandian (kolam renang) Lombongo yang juga sangat bermanfat untuk menyembuhkan penyakit kulit. Tempat ini juga menarik untuk relaks dan melepaskan segala bentuk kelelahan saat sibuk bekerja.Kolam renang  yang berisi air hangat ini berukuran 500 m2 dengan kedalaman 1 hingga 2 meter.
Di sekitar pemandian ini terdapat aliran sungai serta berbagai jenis pepohonan yang menyejukkan dan menyegarkan, sehingga tempat ini sangat cocok untuk menghilangkan kepenatan setelah sibuk bekerja.
Pengunjung yang tidak sempat membawa bekal makanan tidak perlu khawatir. Di sekitar lokasi tersedia warung-warung yang menjual makanan dan aneka camilan.

Wisata Tempat Benteng Otanaha

 

Gapura Benteng Otanaha

Objek wisata ini terletak di atas bukit di Kelurahan Dembe I, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo. Benteng ini dibangun sekitar tahun 1522.

Sekitar abad ke-15,dugaan orang bahwa sebagian besar daratan Gorontalo adalah air laut. Ketika itu, Kerajaan Gorontalo di bawah Pemerintahan Raja Ilato, atau Matolodulakiki bersama permaisurinya Tilangohula (1505–1585). Mereka memilik tiga keturunan, yakni Ndoba (wanita),Tiliaya (wanita),dan Naha (pria).Waktu usia remaja,Naha melanglang buana ke negeri seberang, sedangkan Ndoba dan Tiliaya tinggal di wilayah kerajaan.
Suatu ketika sebuah kapal layar Portugal singgah di Pelabuhan Gorontalo Karena kehabisan bahan makanan, pengaruh cuaca buruk, dan gangguan bajak laut. 


Tangga Menuju Benteng Otanaha
Mereka menghadap kepada Raja Ilato. Pertemuan tersebut menghasilkan sebuah kesepakatan, bahwa untuk memperkuat pertahanan dan keamanan negeri, akan dibangun atau didirikan tiga buah benteng di atas perbukitan Kelurahan Dembe, Kecamatan Kota Barat yang sekarang ini, yakni pada tahun 1525. 
 
Ternyata, para nakhoda Portugis hanya memperalat Pasukan Ndoba dan Tiliaya ketika akan mengusir bajak laut yang sering menggangu nelayan di pantai.Seluruh rakyat dan pasukan Ndoba dan Tiliaya yang diperkuat empat Apitalau, bangkit dan mendesak bangsa Portugis untuk segera meninggalkan daratan Gorontalo.Para nakhkoda Portugis langsung meninggalkan Pelabuhan Gorontalo. 
 
Ndoba dan Tiliaya tampil sebagai dua tokoh wanita pejuang waktu itu langsung mempersiapkan penduduk sekitar untuk menangkis serangan musuh dan kemungkinan perang yang akan terjadi.Pasukan Ndoba dan Tiliaya,diperkuat lagi dengan angkatan laut yang dipimpin oleh para Apitalau atau ‘kapten laut’, yakni Apitalau Lakoro, Pitalau Lagona, Apitalau Lakadjo, dan Apitalau Djailani.
Benteng Otanaha
Sekitar tahun 1585, Naha menemukan kembali ketiga benteng tersebut. Ia memperistri seorang wanita bernama Ohihiya.Dari pasangan suami istri ini lahirlah dua putra, yakni Paha (Pahu) dan Limonu.Pada waktu  itu terjadi perang melawan Hemuto atau pemimpin golongan transmigran melalui jalur utara. Naha dan Paha gugur melawan Hemuto.
 
Limonu menuntut balas atas kematian ayah dan kakaknya. Naha, Ohihiya, Paha, dan Limonu telah memanfaatkan ketiga benteng tersebut sebagai pusat kekuatan pertahanan. Dengan latar belakang peristiwa di atas,maka ketiga benteng dimaksud telah diabadikan dengan nama sebagai berikut. Pertama, Otanaha. Ota artinya benteng. Naha adalah orang yang menemukan benteng tersebut. Otanaha berarti benteng yang ditemukan oleh Naha. 
 
Kedua,Otahiya. Ota artinya benteng. Hiya akronim dari kata Ohihiya, istri Naha Otahiya,  berarti benteng milik Ohihiya. Ketiga Ulupahu.Ulu akronim dari kata Uwole,artinya milik dari Pahu adalah putera Naha.Ulupahu berarti benteng milik Pahu Putra Naha. 

Benteng Otanaha
Benteng Otanaha, Otahiya, dan Ulupahu dibangun sekitar tahun1522 atas prakarsa Raja Ilato dan para nakhoda Portugal.
 
Benteng Otanaha terletak di atas sebuah bukit, dan memiliki 4 buah tempat persinggahan dan 348 buah anak tangga ke puncak sampai ke lokasi benteng. Jumlah anak tangga tidak sama untuk setiap persinggahan. Dari dasar ke tempat persinggahan I terdapat 52 anak tangga; II = 83; III = 53; IV = 89; Benteng = 71 anak tangga (total: 348 tangga naik).


Menara Keagungan Limboto

Menara Keagungan Limboto

Menara Keagungan diresmikan oleh Wakil Presiden RI Dr. Hamzah Haz, pada hari Sabtu, 20 September 2003. Nama menara ini ditetapkan berdasarkan SK Bupati Gorontalo Nomor 717 Tahun 2003 tanggal 18 September 2003 yang telah disetujui oleh DPRD Kabupaten Gorontalo. Menara ini dibangun sejak tahun 2002 dan menelan biaya Rp 8,6 miliar,  dikerjakan oleh PT Gunung Garuda Indonesia dan PD Pedago Kabupaten Gorontalo.
Tinggi Menara Keagungan 65 meter, terdiri atas lima lantai, dengan rincian (dari dasar ke puncak menara):
  • Lantai I  = 446,56 m2 tinggi 10 meter, auditorium 199,3 m2, selasar 212,38m2, dengan daya tampung 200 orang, dirancang untuk tempat rapat;
  • Lantai II = 352,25 m2, tinggi 14 meter, kapasitas 120 orang, dirancang sebagai tempat restauran;
  • Lantai III = 157,3 m2, tinggi 30 meter, kapasitas 40, dirancanakan sebagai tempat penjualan suvenir (toko suvenir);
  • Lantai IV = 96,96 m2, tinggi 39 meter, dengan kapasitas 20 orang;
  • Lantai V = 31,36 m2, tinggi 58 meter, kapasitas 10 orang.
  • Puncak menara setinggi 65 berbentuk kubah. 
  • Lebar kaki pancang 21 meter.
Menara ini dilengkapi dengan dua lampu sorot dengan jarak jangkauan masing-masing 70 km. 

Nama Pengunjung Perdana Menara Keagungan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Masing masing telah menyetor sebesar Rp 50 juta, dan nama-nama mereka diabadikan dalam prasasti sebagai Pengunjung Perdana. Mereka adalah:
  1. Hi. Abdullah Alkatiri, S.H.
  2. Hi. Zainuddin Hasan, M.B.A.
  3. Hi. Syamsur Yunus
  4. Drs. Hi. Rusli Habibie
  5. Agung Mazin, S.H.
  6. Drs. Hi. Hamzah Isa, S.H.
  7. Hi. Roem Kono
  8. Dr. Ir. Moh. Revodi A.
  9. Ir. Hi. Hamid Kuna
  10. Hi. Rahmat Gobel
  11. Dr. Hi. Dahlan Muda 
Menara Keagungan Limboto
Jika ingin naik hingga ke puncak menara, kita bisa menggunakan lift yang akan mengantar kita ke lantai dua. Di lantai dua, kita bisa berpindah lift yang lalu akan membawa kita ke puncak menara. Selain menggunakan lift, pengunjung juga bisa mencapai puncak dengan menaiki anak tangga. Sayangnya, fasilitas Menara Keagungan ini terlihat sudah tak terurus. Toilet yang ada tak bisa dipergunakan dan yang mencemaskan adalah banyaknya pelindung di sisi menara yang sudah hilang atau pecah sehingga pengaman sisi menara hanya dibatasi oleh teralis besi.


Meskipun pemandangan yang dapat dilihat dari atas menara cukup menyegarkan mata, tapi tiupan angin serta dek pantau yang cukup sempit membuat menara ini tak layak dikunjungi oleh keluarga yang membawa serta anak-anak kecil. Jika memang Menara Keagungan ini dimaksudkan untuk mengekor kesuksesan si cantik Eiffel, sebaiknya pemerintah setempat harus lebih memperhatikan perawatan serta tingkat keamanan menara ini. Bukankah Gustave Eiffel pun merancang mahakaryanya dengan presisi dan tidak asal-asalan?

Wisata Tempat Pantai Taula'a

 

Pantai Taula'a

 

Pantai Taula’a Gorontalo letaknya berada dibagian selatan daratan Gorontalo, terletak di desa Taula’a Kecamatan Bilato (sebelumnya kecamatan Boliyohuto) kabupaten Gorontalo. Jarak tempuhnya cukup dua jam saja dari Kota Limboto, pusat kabupaten Gorontalo. Akses kesana cukup mudah dan lokasinya pun berada dilingkungan masyarakatnya yang ramah dan berjiwa sosial.

Pada tahun 2009 yang lalu, pantai ini dicanangkan oleh pemerintah kabupaten Gorontalo menjadi pantai wisata bahari di provinsi Gorontalo, dan sekarang ini masih dalam pembenahan layaknya sebuah lokasi wisata. Lokasinya cukup menarik, pantainya berpasir bersama pepohonan nyiur melambai juga lokasi daratana sekitar pantai cukup luas. Posisi kawasan ini berbentuk huruf U dan menghadap kearah teluk tomini.

Taula'a Beach
Bagi anda yang tidak begitu suka dengan suasana gelombang, menginginkan suasana air yang nyaman untuk berperahu sendiri, maka laut dikawasan ini sangat cocok dengan selera anda, karena lautnya tidak bergelombang sebab posisinya berbentuk teluk. Pemandangan sekitar pun cukup menyegarkan pandangan mata kita, sebab disisi lain pantai ini anda bisa menyegarkan mata anda memandang pegunungan hijau yang sejuk.Air biru dan tenang adalah tempat yang pantastis untuk anda yang senang berperahu, sehingga tidak perlu khawatir akan gelombang bila anda sangat parno dengan tenggelam. Meski kawasan ini masih dalam pengembangan, tetapi bukan tidak mungkin, lokasi ini salah satu tempat nyang dipavoritkan masyarakat Gorontalo.

Wisata Tempat Pantai Bolihutu'o

 

Pantai Bolihutu'o

Jika pada suatu ketika Anda datang di Provinsi Gorontalo, tidak ada salahnya mengunjungi Pantai Bolihutuo yang terletak di Kabupaten Boalemo, kira-kira 120 km ke arah barat Kota Gorontalo.Tentu saja di Kota Gorontalo sendiri sudah tersedia objek wisata pantai, yaitu Pantai Ria. Akan tetapi Bolihutuo cocok sebagai tempat untuk menenangkan diri dari segala rupa hiruk-pikuk kesibukan perkotaan. 

Suasana pantai bolihutu'o
Kota Boalemo berjarak kurang lebih 100 km dari Gorontalo, ditempuh pakai kendaraan pribadi atau pun kendaraan umum dengan ongkos Rp15.000 per orang. Kota ini berada di tepi jalur Lintas Sulawesi. Selama perjalanan, kita akan disuguhi pemandangan alam yang sejuk, hijau, lembah dan bukit ditandai dengan lambaian pohon kelapa, persis seperti syair lagu Rayuan Pulau Kelapa itu. Di sepanjang jalan itu pula kita bisa berhenti di beberapa tempat untuk membeli oleh-oleh seperti pisang yang besar-besar buahnya, makanan khas Gorontalo seperti ilabulo (daging, lemak serta kulit ayam yang dimasak pakai pati sagu), binte biluhuta (sup jagung yang lezat) serta dodol khas daerah sana. Kota Boalemo semula adalah ibu kota kecamatan, yang kemudian dimekarkan menjadi sebuah kabupaten setelah Gorontalo berdiri terpisah dari Provinsi Sulawesi Utara menjadi provinsi tersendiri. 
Bolihutuo

Kota kecil ini masih dihiasi oleh pepohonan yang menghijau dengan ketenangan dan keramahan penduduknya yang khas. Ada yang istimewa di sini. Ikan napoleon yang berharga ratusan ribu per kilo di Jakarta, di sini bila musim tiba dan ada nelayan yang berhasil menangkapnya. Cuma berharga Rp 25.000 per kilonya. Selain itu Boalemo yang terletak di tepian Teluk Tomini ini juga terkenal dengan ikan terbangnya (bolihutuo).




Wisata Tempat Perkampungan Suku Bajo


Suku Bajo Pohuwato, Gorontalo

Suku Bajo di Desa Torosiaje Laut, Kecamatan Popayato, Pohuwato, Gorontalo, berdiri tegak di atas permukaan laut Teluk Tomini. Perkampungan yang berdiri sejak 1901 ini menawarkan pesona Teluk Tomini yang indah, terutama saat matahari terbit dan tenggelam. Berlimpahnya ikan menjadi penambah daya tarik tersendiri. 

Dalam sejarah, Suku Bajo dikenal sebagai pelaut ulung yang hidup di lautan. Mereka mendirikan gubuk di atas laut yang disangga batang balok kayo. Dalam bahasa Bajo, toro adalah ‘tanjung’ dan siaje merupakan julukan kepada seseorang yang berarti ‘si aje’ (si haji). Artinya, Torosiaje adalah tanjung yang ditemukan oleh seorang pria bergelar haji dan dipanggil siaje saat itu. 

Desa Torosiaje Laut atau yang kerap disebut dengan Kampung Bajo berjarak sekitar 400 kilometer dari pusat Kota Gorontalo dan bisa ditempuh 7-8 jam perjalanan darat. Dari arah Bandar Udara Djalaluddin, pengunjung bisa menyewa mobil taksi pelat hitam menuju Torosiaje. Rata-rata sewa tarif taksi selama 24 jam adalah Rp 250.000-Rp 300.000. Perjalanan menuju Torosiaje adalah menuju ke arah Sulawesi Tengah atau ke arah barat dari bandar udara. 

Setiba di dermaga menuju Desa Torosiaje Laut, sudah ada beberapa lelaki yang menunggu di mulut jembatan menuju dermaga. Mereka adalah tukang ojek perahu yang mengantar penumpang bolak-balik ke daratan menuju Torosiaje Laut. Ongkosnya murah, setiap penumpang dipungut Rp 2.000 untuk menuju desa orang suku Bajo yang berjarak 500-an meter dari darat itu. 

Suku bajo
Meski perkampungan ini telah berusia 110 tahun, jangan dibayangkan kampung ini tertinggal atau masih primitif. Torosiaje telah dipoles menjadi kampung wisata bahari yang unik pada 2007. Sudah ada sarana penginapan, sekolah, masjid, rumah makan, toko kelontong, termasuk toko perlengkapan telepon seluler. Warga di sana juga sudah menikmati layanan televisi berbayar.

Warga Kampung Bajo sangat ramah. Mereka selalu tersenyum dan kerap menyapa pendatang atau wisatawan yang berkunjung. Setelah menyeberang dengan perahu, pengunjung mendaratkan kakinya di atas papan kayo di perkampungan ini. Kampung Bajo yang terdiri dari dua dusun, yakni Mutiara dan Bahari Jaya, berpola seperti huruf U. Rumah yang berjumlah 245 unit dan dihuni 338 keluarga (1.334 orang) itu terhubung oleh koridor beratap berbahan kayo selebar 2 meter dengan panjang 2 kilometer. 

Nyaris di setiap rumah di Kampung Bajo terdapat karamba di bagian bawah rumah. Di dalam karamba berisi berbagai jenis ikan yang biasa dikonsumsi orang Bajo, yakni jenis ikan batu, kerapu, lajang, atau cakalang. Untuk memasak lauk ikan, mereka tinggal mengambil menggunakan jaring. Mudah sekali. Mudahnya mendapatkan ikan di Torosiaje ibarat memetik bunga di taman. Bahkan, anak-anak di kampung ini salah satu aktivitas bermainnya adalah memancing ikan. Mereka biasanya memancing sambil duduk di koridor dengan menggunakan alat pancing berusa tali plastik (senar) dengan umpan ikan kecil. 

Menu di warung yang ada pun selalu ikan dan ikan. Anda mau tahun seberapa lama menghabiskan ikan? Tidak perlu takut karena ikan akan selalu disediakan terus-menerus. Ada dua jenis masakan ikan di sana, yaitu digoreng atau dibakar. Sayurnya biasanya tumis kangkung atau kol. Adapun pelengkapnya adalah dabu-dabu, sambal khas Gorontalo. Hmmm… terbayang betapa sedapnya dinikmati dengan nasi yang masih mengepul serta tiupan angin Teluk Tomini. 

Nah, yang perlu diingat saat menginap di desa ini adalah jangan sesekali melewatkan matahari terbit. Dari desa tersebut, kita bisa menyaksikan detik demi detik sang surya muncul dari ufuk timur jika beruntung langit sedang cerah. Saat itulah cahaya keemasannya menyiram perairan laut sehingga bak bertaburan emas. Jangan lupa abadikan dengan kamera. Tenggelamnya matahari juga menyuguhkan siluet perahu-perahu nelayan Bajo yang membelah laut. Sangat indah. 

Menurut Kepala Desa Torosiaje Laut Gootge Repi (63), wisatawan ramai berkunjung saat liburan atau akhir pekan. Jumlah pengunjung bisa mencapai 100 orang pada akhir pekan. Jumlah tersebut melonjak saat musim liburan. 

"Jika penginapan penuh, rumah-rumah warga siap menjadi penginapan. Umumnya sebagian rumah warga di sini memang memiliki kamar untuk disewakan kepada pengunjung dengan tarif rata-rata Rp 50.000 per orang per malam," ucap Repi. 

Wahiyudin Mamonto (35), salah seorang wisatawan di Kampung Bajo, mengaku terkesan dengan keindahan alam laut di Torosiaje. Ketenangan suasana, angin sepoi-sepoi, dan ombaknya yang kalem sangat cocok untuk melepas penat pada akhir pekan setelah sebelumnya disibukkan oleh urusan pekerjaan. 

"Selain alam lautnya yang indah dan nyaman, saga terkesan dengan masakan orang-orang Bajo di sini. Luar biasa nikmat. Masakan ikan mereka berhasil membuat nafsu makan loan menggelora," kata pria yang bekerja di satu badan usaha milik negara di Gorontalo itu.
Bagi Anda yang hendak mengunjungi Kampung Bajo di Torosiaje tak perlu cemas perjalanan panjang di darat akan membosankan. Sejak berangkat dari Kota Gorontalo, Anda juga bisa singgah di Pantai Bolihutuoa di Kabupaten Boalemo. Setelah perjalanan darat selama tiga jam dari Kota Gorontalo, pantai ini akan dilewati saat hendak menuju Torosiaje. 

Selepas Boalemo, Anda akan melewati rimbunnya Cagar Alam Tanjung Panua di Kabupaten Pohuwato atau sekitar tiga jam perjalanan dari Boalemo. Selain bisa beristirahat di tepi jalan yang rindang, di sepanjang jalan juga banyak dijual madu hutan.

Wisata Tempat Air Terjun Ayuhulalo

 

Air terjun Ayuhulalo

Air Terjun Ayuhulalo terletak sekitar 8 km dari pusat Ibukota Tilamuta kabupaten Boalemo,dengan waktu tempuh sekitar 15 menit dengan menggunakan angkutan darat,umum maupun kendaraan pribadi ,Air Terjun Ayuhulalo memiliki ukuran yang tidak begitu besar. 
Air terjun

Di tempat ini para wisatawan dapat menghabiskan waktu dengan menikmati keindahan Air Terjun Ayuhulalo,dan tanpa harus berpikir berapa harga yang harus dibayar. Keaslian air terjun yang berada diperbukitan hijau nan cantik ini, membuat wisatawan dapat berlama-lama untuk bersenang-senang guna menikmati hempasan air terjun,Air Terjun Ayuhulalo sangat cocok digunakan untuk wisata akhir pekan bersama keluarga.


Danau Limboto


Danau Limboto

Di objek wisata Danau Limboto yang terletak di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, yang saat ini memiliki kedalaman antara 5 hingga 8 meter ini, para pengujung atau wisatawan dapat menikmati berbagai kegiatan, antara lain, memancing, lomba berperahu, atau berenang. Selain itu, mereka juga dapat menikmati ikan bakar segar yang disediakan oleh mayarakat nelayan setempat dengan harga yang relatif murah.

Danau Limboto dari tahun ke tahun luas dan tingkat kedalamannya terus berkurang. Luas Danau Limboto pada tahun 1999 berkisar antara 1.900-3.000 ha, dengan kedalaman 2-4 meter (Cabang Dinas Perikanan Kabupaten Gorontalo, 2000). Pada tahun 1932, luas perairan ini mencapai 7.000 ha, dengan kedalaman maksimum 30 m.

Danau Limboto
Dengan demikian, telah terjadi pendangkalan yang cukup cepat di perairan ini yang mencapai 38,80 cm/tahun. Penggundulan hutan di sekitar perairan tersebut tampaknya merupakan salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya pendangkalan yang cukup tinggi.Data kualitas air selama 1998-1999 menunjukkan bahwa suhu air permukaan Danau Limboto pada siang hari berkisar antara 29-32,50o C, sedangkan kecerahannya ("transparency") 35-65 cm. Pada siang hari, kadar oksigen dalam air permukaan dan dalam lapisan 1 meter di bawah permukaan berturut-turut adalah 6-10,30 mg/l dan 4-7,10 mg/l. Dengan demikian, telah terjadi pendangkalan yang cukup cepat di perairan ini yang mencapai 38,80 cm/tahun. Penggundulan hutan di sekitar perairan tersebut tampaknya merupakan salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya pendangkalan yang cukup tinggi.Data kualitas air selama 1998-1999 menunjukkan bahwa suhu air permukaan Danau Limboto pada siang hari berkisar antara 29-32,50o C, sedangkan kecerahannya ("transparency") 35-65 cm. Pada siang hari, kadar oksigen dalam air permukaan dan dalam lapisan 1 meter di bawah permukaan berturut-turut adalah 6-10,30 mg/l dan 4-7,10 mg/l. 


Benteng Orange



Benteng Orange Kwandang


Objek wisata Benteng Oranye (Orange Fortress) merupakan salah satu peninggalan bersejarah yang terdapat di Kecamatan Kwandang, kurang lebih 61 km dari Kota Gorontalo. Benteng ini merupakan cagar budaya

Benteng ini dibangun oleh bangsa Portugal pada abad ke-17 (tahun 1630). Benteng ini berukuran panjang 40 meter, lebar 32 meter, dan tinggi 5 meter (40x32x5 meter). Benteng ini memiliki 178 buah anak tangga.


Taluhu Barakati



Taluhu barakati

Objek Wisata Taluhu Barakati terletak di Desa Barakati, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo, berjarak sekitar 3 kilometer ke arah barat dari lokasi Taman Purbakala Benteng Otanaha. Nama objek wisata ini, Taluhu Barakati berasal dari dua kata, yaitu taluhu, yang berarti air, dan barakati yang berarti berkah atau rahmat. Dinamakan demikian karena di tempat ini terdapat sumber mata air yang sangat jernih, sejuk, dan menyegarkan, serta terbagi dalam kolam air panas dan air dingin, laksana berkah yang tercurah dari sang pencipta. Konon katanya air ini dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit. Menurut legenda masyarakat setempat yang dipercayai bahwa mata air taluhu barakati dulunya adalah sebagai lokasi permandian permaisuri dan kerabat kerajaan yang ada di Batudaa pada waktu zaman kerajaan. Akses pengunjung ke lokasi wisata ini sangat mudah dan terjangkau, karena tersedianya sarana dan prasarana lokal yang memadai. 

Taluhu barakati
Objek wisata Taluhu Barakati dilengkapi dengan berbagai fasilitas, antara lain dua kolam renang, untuk anak-anak dengan kedalaman lebih kurang 70 cm dan untuk dewasa dengan kedalaman antara 1 m hingga 2,3 meter dan panjangnya lebih kurang 12 m, tribune tertutup, kamar ganti pakaian, dan tempat peristirahatan terbuka. Air kolam merupakan aliran mata air yang sangat jernih. Airnya terus mengalir, jadi tidak menetap di dalam kolam. Kolam renang hanya tempat penampungan dan persinggahan, setelah dari kolam keluar lagi melalui pintu air terakhir dan mengalir membentuk sungai - sungai sungai kecil.


Gapura taluhu barakati
Di lokasi taluhu barakari belum tersedia penginapan buat para tamu. Biasanya pengunjung dari luar gorontalo (domestik maupun mancanegara) mengambil lokasi buat penginapan di pusat kota. Dari pusat kota menuju lokasi wisata hanya berjarak 8 km. Alternatif angkutan ke lokasi wisata, pengunjung sering menggunakan Bentor, motor, angkutan kota rute Batudaa – Bongomeme atau kenderaan pribadi. Di jalan Trans Batudaa Bongomeme, tepat di simpang tiga Desa Barakati, Anda akan melihat Gapura Objek Wisata Taluhu Barakati yang di sekitarnya terdapat Pos Tukang Ojek.

Bongo Desa Wisata Religi

 

Wisata Religi, bongo

Lokasi Desa wisata Religi Terletak Didesa Bongo Kecamatan Batudaapantai, Lokasi ini berjarak +20 Km dari pusat kota Limboto dan +35 Km dari bandara Jalaludin Gorontalo, Keunikan yang ada dari desa wisata religi ini adalah pelaksanaan Festival Walima yang dilaksanakan setiap tahun dalam rangka memperingati Maulud Nabi Besar SAW, Dengan menampilkan Zikir dan jumlah Tolangga yang cukup banyak. Tolangga Berupa Kue dan makanan yang ditata sedemikian rupa menyerupai kuba mesjid dan diarak sepanjang jalan menuju mesjid besar kecamatan.
 
Bongo, wisata religius
                                             

Wisata Religi



Objek Wisata Kebun Binatang Bongohulawa


Kebun binatang Bongohulawa

Objek Wisata Kebun Binatang ini terletak di kelurahan bongohulawa kecamatan limboto Kabupaten Gorontalo. 


Objek Wisata Buatan (Taman Pontolo Indah)



Pontolo Indah
 Objek wisata pontolo terletak di kabupaten Gorontalo utara.



Kota Jin


Kota Jin

Kota jin sebenarnya hanya satu toponim atau nama geografis di Kabupaten Gorontalo Utara. 

Nama itu merupakan sebuah desa di Kecamatan Atinggola, Kabupaten Gorontalo Utara, yang bernama Desa Kotajin.

Tetapi siapapun akan penasaran mengapa desa itu dinamakan Kotajin. Dengan berkendaraan mobil mengikuti jalan trans-Sulawesi menyusuri pantai utara Laut Sulawesi yang tidak kalah indahnya ke arah perbatasan dengan Provinsi Sulawesi Utara di Kecamatan Atinggola, tepat pada Km 100 kita akan membaca papan: selamat datang di Desa Kotajin.

Situs Otajin atau yang lebih di kenal dengan Istana Jin di kalangan masyarakat sekitar merupakan bangunan bebatuan yang tersusun rapi dan terjadi karena proses alam yang konon menurut kepercayaan masyarakat setempat dibuat oleh Raja Jin Pantai Utara.
Otajin secara geologis sebenarnya hanyalah bongkah batu besar dari batu gamping (batu kapur) yang telah mengalami proses pelarutan dengan terbentuknya gua sempit di dalamnya.

Ketika mendekat ke satu-satunya tempat yang mungkin menjadi asal-usul nama Kotajin itu, suasana angker tidak terasa. Sebuah pohon beringin besar memang tumbuh di atasnya, tetapi anak-anak desa dengan ceria bermain di sekitarnya, memanjat batu, dan memasuki gua sempit tanpa rasa takut. Di alat GPS posisinya dapat dideteksi pada lintang utara 0o54′49.1″ dan bujur timur 123o06′38.6″.

Akses ke lokasi situs otajin yang terletak di Desa Kotajin Kecamatan Atinggola Kabupaten Gorontalo Utara dan berada di Tepi Jalan menuju Pantai Minanga, berjarak lebih kurang 90 km ke arah Timur Laut dari Ibu Kota Provinsi Gorontalo dan lebih kurang 70 km dari Bandar Udara Jalaluddin. Dapat ditempuh dengan memakan waktu lebih kurang 2 jam dengan menggunakan kenderaan roda dua dan roda empat. Akses dapat di tempuh juga dengan menggunakan jasa angkutan hotel dan angkutan umum (mikrolet) dengan rute Gorontalo – Atinggola.

Sebaiknya Anda menggunakan jasa pemandu atau yang lebih memahami suasana sekitar situs otajin. Atau langsung melapor ke rumah kepala Desa Kotajin, agar kunjungan Anda terhadap situs ini akan lancar dan tidak mengalami kendala. Walau terkesan mistik, suasana angker di lokasi ini tidak terasa. Karena anak-anak desa dengan ceria sering bermain di sekitar situs otajin, memanjat batu, dan memasuki gua sempit tanpa rasa takut.

Kotajin justru akan sangat meriah jika di kunjungi pada hari Rabu di akhir Bulan Safar, karena seluruh penduduk desa kotajin dan masyarakat atinggola pada umumnya akan melakukan Ritual Mandi Safar di Sungai Andagile yang menjadi batas Provinsi Gorontalo dengan Provinsi Sulawesi Utara. Menurut kepercayaan setempat, hari Rabu di akhir bulan Safar adalah hari naas yang harus dibersihkan dengan cara mandi di sungai.


Tanjung Kramat

Tanjung Keramat

Tanjung Keramat



Obyek Wisata Pulau Saronde


Pulau Saronde

Pulau Saronde terletak di Desa Ponelo Kecamatan Kwandang, jarak dari pelabuhan Kwandang sekitar 12 mil. Adapun alat transportasinya adalah dengan menggunakan perahu tradisional “Katinting” dengan menghabiskan waktu sekitar 60 menit.

Saronde
Keindahan dan Panorama dari Pulau Saronde ini sudah terkenal baik wisatawan asing maupun lokal. Luas Pulau saronde sekitar 9 Ha, dan pada sisi luarnya terhampar pasir putih serta lingkungan serba asli, yang diapit oleh birunya laut, sehingga membuat setiap pengunjung merasa nyaman dan enggan meninggalkan pulau ini. Keindahan pasir putih serta karang yang tertata rapih secara alami adalah ciri khas Pulau Saronde, keceriaan anda di Pulau Saronde akan lebih berkesan dengan melakukan snorkeling.


Pulau lampu



Pulau Lampu

Pulau Lampu ini terletak dibelakan dari Pulau Saronde jarak tempuh sekitar 30 menit. Dengan keunikan khasnya serta keindahan alamnya Keindahan Pulau Lampu ini sulit dilupkan. Hamparan pasir putih yang halus bagaikan tepung, serta keindahan terumbu karang Pulau Lampu ini juga terdapat bangunan peninggalan Belanda serta menara Mercysuar dan Tugu bersejarah. Pulau ini dulu dikenal dengan nama Hulawa yang konon dulunya pulau ini terdapat kandungan emas.Takcukup untuk di uraikan namun layak untuk dibuktikan oleh mata telanjang, keindahan alamnya, nikmati pula keindahan sunsetnya.


Pemandian Air Terjun Didingga


Air Terjun Didingga

Pemandian Air Terjun Didingga terletak di Desa Didingga Kecamtan Tolinggula, lokasi Air terjun ini harus ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 3 Km dari pusat pedesaan. Di tempat ini juga anda bisa menikamati kicauan burung-burung yang nantinya akan menemani perjalanan anda menuju lokasi Air Terjun Didingga.Mohinggito adalah Nama Jenis Ikan Karang yang dominan di wilayah tersebut. Pulau ini terletak di Kecamatan Kwandang dengan luas ± 27 Ha. Dengan titik koordinat 00º 55′ 34,86″ LU – 122º 52′ 33,90″ BT, yang berdekatan dengan Pulau Saronde dengan jarak tempuh ± 13 Menit dari Pelabuhan Kwandang dengan menggunakan Speed Boat. Memiliki Pantai Pasir Putih yang Indah
” Dikelilingi pulau – pulau kecil
” Bentuk kegiatan Wisata Fishing, Jet Ski, Selancar angin dan Snockling


Pulau Raja


Pulau Raja

Pulau Raja, Pada mulanya Pulau ini bernama ” Mongaila ” yang artinya memancing, karena terdapat jenis – jenis ikan karang. Pulau ini terdapat Hutan lindung yang terletak di Kecamatan Anggrek dengan luas ± 158 Ha. Dengan titik koordinat 00º 52′ 59,40″ LU – 122º 44′ 27,48″ BT, dengan

jarak 1,5 Mil dari Pantai Tolitohuyo dan mempunyai jarak tempuh ± 5 Menit dengan menggunakan Speed Boat.


Danau Perintis


Danau Perintis

Danau Perintis terletak di Desa Huluduatomo Kecamatan Suwawa yang berjarak kurang lebih 11 Km dari Pusat Kota Gorontalo. Danau Perintis merupakan danau air tawar seluas 6 Ha yang memiliki nilai sejarah. Danau Perintis ini dibuat oleh Alm Bpk Nani Wartabone, yang digunakan pada waktu itu untuk pengaiaran persawahan.

Adapun air yang mengalir ke Danau Perintis ini berasal dari mata Air Pegunungan yaitu Air Lulahu dan Mata Air Poao.


Air Terjun Taluda'a


Air terjun Taluda'a

Air terjun Taludaa berlokasi di Desa Taludaa Kecamatan Bone Pantai berjarak sekitar 65 Km dari pusat Kota Goronta.

Air Terjun Taludaa mempunyai ketinggian sekitar 42 Meter dan bentangan sekitar 15 Meter, Lokasi Air Terjun Taludaa berada di Kawasan Hutan Agro Wisata seperti Pohon buah Durian, Langsat, Nangka, Dll


Pantai Botutonu'o 



Botutonu'o beach


Pantai Wisata Botutonu’o, lokasi wisata ini berada di desa Botutonu’o kecamatan Bone Raya kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Jarak tempuh yang dibutuhkan untuk mencapai lokasi ini sekitar 15 KM dari pusat Kota Gorontalo dengan waktu 2 hingga tiga jam dengan kendaraan mobil maupun sepeda motor.

Botutonu'o
Lokasi ini cukup aman dikunjungi, karena masyarakat setempat sangat ramah dan berjiwa sosial dengan tamu wisatawan. Pantai ini masih dalam tahap pengembangan oleh pemerintah setempat, dan kelak diharapkan pantai ini mampu memberikan hiburan bagi wisatawan. Pantai ini sebelumnya memang sudah dijadikan sebagai pantai wisata, namun baru beberapa tahun terakhir ini pengelolaannya mulai ditingkatkan.

Tidak hanya dari sekitar Gorontalo saja yang berkunjung, bahkan daerah-daerah tetangga provinsi Gorontalo pun juga mendatangi tempat ini, karena lokasinya berada dilintas jalan Trans Sulawesi yang menghubungkan Gorontalo-Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Karena letaknya sangat strategis ini, maka tempat ini tidak kalah dengan pantai wisata lainnya yang ada di Gorontalo, dan menjadi salah satu wisata yang diandalkan didaerah ini.

Botutonu'o
Kalau cuaca lagi bagus, langit biru, angin sepoi-sepoi, ombak berkejaran, akan menyambut para pengunjung. Pantainya bersih dan cocok dijelajahi dari ujung ke ujung. Butiran pasir yang relatif besar membuat kaki mudah terbenam, serta menambah eksotisme Botutonuo. 




Pantai EKSOTIK


Exotik beach
Pantai eksotik yang menjadi kunjungan masyarakat gorontalo ketika hari lubur tiba, salah satu pantai eksotik seperti nama yang diberikan tersebut. pantai tersebut di hiasi dengan puluhan kelapa yang tumbuh rindang menjulang yang membuat pantai itu tempat wisata yang sangat digemari.


Pantai Olele 

Olele

Jika Anda melakukan perjalanan melalui pesisir pantai selatan Gorontalo, maka anda akan melihat pemandangan yang mempesona, laut biru yang tenang oleh karena berada di daerah Teluk Tomini yang kaya dengan ikannya, dengan pemandangan pantai pasir putih dan perahu nelayan yang berbaris indah. Jika anda singgah di Pantai Olele, dan melakukan penyelaman, maka anda akan melihat pemandangan taman bawah laut yang konon mempunyai kekhasan tersendiri dibandingkan dengan taman laut di daerah lain yang telah dikenal, seperti Taman Laut Bunaken atau Taman Laut di Kepulauan Togean Sulawesi Tengah. Bahkan di sinyalir bahwa Taman Laut Olele ini lebih alami di bandingkan dengan kedua taman laut di atas.


Taman Laut Olele terletak di Desa Olele Kecamatan Kabila Bone Kabupaten Bone Bolango, ± 20 Km dari pusat Kota Gorontalo dan dapat ditempuh dalam waktu ± 21 menit, dapat dijangkau dengan kendaraan darat maupun kendaraan laut. Jika melalui jalur darat, dengan menggunakan kenderaan roda dua atau roda empat melewati jalanan berliku di pinggiran bukit. Menuju desa Olele, anda akan menyisir jalan berkelok kelok, melintasi perumahan penduduk dengan pemandangan yang kontras. Di satu sisi anda terkesima dengan tebing-tebing curam berpohon dan di sisi lain, hambaran laut biru hijau tanpa batas membentang membuat anda tercengang. Pantai Olele merupakan pintu gerbang menuju surga Taman Laut Olele dengan alam bahari yang sangat indah. Para penyelam dunia telah membuktikannya dengan mata sendiri. Mereka menyatakan bahwa sebagian biota laut yang terdapat di sana tidak dijumpai di perairan lain.

Olele

Taman laut Olele menyimpan banyak keindahan, diantaranya terdapat Goa Jin dengan ikan-ikan hias, Biota Laut, Terumbu karang yang sehat, padat dan indah, Bunga Karang Raksasa, Beberapa jenis ikan yang langka dan hanya terdapat di perairan teluk tomini. Saat ini, Taman Laut Olele menjadi ikon wisata di Provinsi Gorontalo yang berada di pesisir selatan. Jika berkunjung ke Gorontalo, tak lengkap rasanya kalau Anda tidak mengunjungi lokasi ini. Maklum, ketenaran Pantai Olele menggaung hingga di daerah lain sehingga mendapat julukan Primadona Pantai Selatan.




Pantai Dunu 


Dunu

Pantai Dunu merupakan salah satu kekayaan alam dan pesona wisata bahari yang dimiliki Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo. Panorama alamnya cukup mengagumkan. Keanggunan Pantai Dunu sudah dikenal luas oleh masyarakat Gorontalo Utara, serta masyarakat lainnya di luar Kabupaten Gorontalo Utara. Bahkan, tak sedikit warga dari Kabupaten Bolmong Utara (Provinsi Sulawesi Utara) dan warga Kota Gorontalo juga datang untuk menikmati keindahan panorama alam yang natural dengan kelembutan pasir serta percikan ombak kecil yang menyapa penuh karamahan siapapun yang akan mengunjungi Pantai Dunu.

 Tak heran, setiap hari libur Pantai Dunu ramai didatangi warga dari berbagai penjuru untuk melepas lelah bersama keluarga ataupun kerabat kantor. Ada yang mandi ada pula yang hanya datang menikmati keindahan pulau-pulau yang terbentang di depan Pantai Dunu. Ditambah, jika matahari mulai beranjak turun, suasana alam di sekitar Pantai Dunu semakin mempesona.

Kendati sudah menjadi alternatif kunjungan wisata di Provinsi Gorontalo, Pantai Dunu belumlah difasilitasi layaknya sebuah tempat wisata. Misalnya saja, ruang ganti, tempat bilas, pelindung buatan serta sarana prasarana pendukung lainnya. Untungnya, ada beberapa warga yang memanfaatkan moment ini untuk memberikan kemudahan kepada pengunjung yang menikmati air laut dan pasir lembut Pantai Dunu. Bisa dikata, Pantai Dunu belum tersentuh. Hanya bentangan alam saja yang ada dan siap menyambut kedatangan wisatawan lokal.

Pantai Dunu yang memiliki sejuta keindahan ini sudah seharusnya dikembangkan untuk menjadi salah satu icon pariwisata di Gorontalo bagian utara. Jika dikelola dengan baik, tempat wisata yang satu ini bisa memberikan income terhadap pendapatan daerah. Oleh Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, rencana pengembangan Pantai Dunu untuk menjadi tempat wisata masa depan sudah diagendakan pembangunannya di tahun 2011.
Pantai Dunu akan menjadi wisata penunjang tempat-tempat wisata lainnya yang ada di Gorontalo Utara. Seperti Pantai Minanga di Kecamatan Atinggola, Ota lo Jin di Desa Kotajin Kecamatan Atinggola, Benteng Orange di Desa Dambalo Kwandang, Pulau Lampu, Pulau Saronde dan masih banyak lagi tempat-tempat wisata yang memiliki sejuta panorama nan indah.

Potensi wisata Pantai Dunu kedepan pasti akan memberi dampak ekonomi yang luar biasa bagi masyarakat setempat. Rencana pembangunan kawasan wisata Pantai Dunu ini akan dibangun dengan struktur bangunan modern. Sehingga, kawasan wisata ini bakal menjadi tujuan wisatawan lokal bahkan mancanegara.

Selama perjalanan, Anda akan disuguhi pemandangan alam yang sejuk, hijau, lembah dan bukit ditandai dengan lambaian pohon kelapa. Di sepanjang jalan itu pula Anda dapat berhenti di beberapa tempat untuk membeli ole-ole makanan khas Gorontalo seperti ilabulo (daging, lemak serta kulit ayam yang dimasak pakai pati sagu), binte biluhuta (sup jagung yang lezat) serta dodol khas daerah Gorontalo. Atau menikmati jagung pulut di Paguyaman, di dekat lokasi transmigrasi. Jagung ini memiliki tongkol yang lebih kecil dibandingkan dengan jagung biasa, namun rasanya sangat khas, lembut dan gurih.

Akses menuju tempat wisata Pantai Dunu sangatlah terjangkau, hanya berjarak tempuh sekitar 120 menit dari Ibu kota Provinsi Gorontalo. Terletak di Desa Dunu Kecamatan Anggrek Kabupaten Gorontalo Utara. Dapat ditempuh dengan menggunakan kenderaan roda dua dan roda empat.

Pantai Minanga 

Minanga beach

Mandi safar adalah salah satu tradisi masyarakat di Atinggola, Kabupaten Gorontalo Utara yang melaksanakan mandi bersama di Muara Sungai Andagile pada setiap bulan Safar Tahun Hijryah. Tradisi ini dilaksanakan masyarakat muslim di daerah Gorontalo untuk mendapatkan berkah atau keselamatan di dunia dan akhirat. Sungai Andagile ini bermuara di Pantai Minanga yang juga memiliki keindahan tersendiri, karena garis pantainya yang panjang dan berpasir putih. 

Pantai Minanga
Selain itu di dekat muara sungai Andagile juga terdapat situs purba yaitu Otajin atau situs kota Jin yang konon merupakan bekas kerajaan jin. Tradisi mandi Safar biasanya dilakukan mulai pukul 05.00 hingga selesai di bulan Safar tahun Hijriyah atau bulan Januari.
Dan mandi safar tahun ini (2012) di pusatkan di pantai minanga kota Jin - Atinggola karena pantainya yang luas dengan pasir yang membentang luasdan indah.




Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua terutama bagi para pembaca yang ingin tahu tempat tempat wisata yang ada di gorontalo... :-)
                 http://liburan.info/content/view/1069/43/lang,indonesian/ 

0 komentar:

Poskan Komentar

Fish

TERIMA KASIH atas kunjungan ANDA